Hindari Isu Identitas dan Politik Uang, GMNI Kendari Harap Pemilu Berkualitas

GMNI Kendari gelar dialog untuk mendorong Pemilu 2024 berkualitas dan demokratis. (Aldi/Timurterkini.com)

Kendari, Timurterkini.com – Memasuki era politik Pemilu yang semakin beragam dan kompleks, generasi muda di Kota Kendari turut berperan aktif dalam mengawal Pemilu 2024 agar berkualitas dan demokratis.

Dalam menjemput momentum pemilu tersebut, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kendari menggelar dialog dengan tema peran pemuda mengawal Pemilu 2024 yang berkualitas dan demokratis.

Kegiatan tersebutmenghadirkan pembicara Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Tenggara, Muh Endang SA, Ketua KPU Kota Kendari, Jumwal Shaleh, pengamat politik, Muhammad Najib Husain dan Ketua Jari Kota Kendari, La Ode Hidayat yang dimoderatori secara langsung kader GMNI Kendari, Fendi.

Tema tersebut diambil untuk membangkitkan partisipasi pemuda dan masyarakat dalam Pemilu 2024. Di mana selama ini melihat proses politik masih bersifat prosedural dan tidak bersifat subtansial, sehingga masih jauh dari harapan masyarakat.

Tentunya menghadapi situasi politik ke depan dibutuhkan ide dan gagasan dalam memberikan edukasi kepada pemilih, memperkuat kualitas demokrasi serta di butuhkan keterlibatan mahasiswa untuk menjadi instrumen sosialisasi kepada masyarakat.

Ketua panitia dialog, Isman mengatakan kegiatan itu sebagai bentuk partisipasi dalam mengawal Pemilu 2024, karena melihat fenomena selama ini, pihaknya ingin merubah dengan menghadirkan alternatif baru dengan cara berpolitik yang baik dan benar.

“Konsep dan gagasan dari setiap kandidat sangat dibutuhkan untuk menciptakan gairah baru,” ujarnya, Jumat (23/06/2023).

Tak hanya itu, pemilih cerdas sangat dibutuhkan untuk memberikan pendidikan politik. Masyarakat diharap jangan masa bodoh dengan keadaan sekarang, karena mandat rakyat bukan hanya pada saat momentum, tetapi lebih berkelanjutan agar kualitas demokrasi semakin baik.

Ketua Cabang GMNI Kendari, Rasmin Jaya menwrangkan, untuk membangkitkan semangat politik rakyat mesti dihindari yang berbau politik identitas suku, sara, agama dan ujaran kebencian serta politik uang.

“Karena itu akan sangat merusak moral dan melahirkan kepemimpinan yang tidak bisa berbuat apa-apa untuk daerah,” ucap Rasmin.

Pengamat politik Sulawesi Tenggara, Muhammad Najib Husein mengatakan, potensi dan peluang bonus demografi ke depan menjadi penting, di mana menghadapi Pemilu 2024 harus menjadi solusi di tengah kegersangan demokrasi yang berjalan sekarang ini.

Namun di sisi lain juga akan menjadi bencana, jika itu tak mampu dimaksimalkan dengan baik. Sehingga pendidikan politik sangat penting disosialisasikan di kalangan generasi muda untuk mendorong dan meningkatkan kualitas demokrasi dan menepis isu-isu yang dapat memecah belah.

“Seperti isu identitas, sara dan politik uang yang dapat berpotensi merusak demokrasi,” ujarnya.

Tak hanya itu, dalam politik juga sangat dibutuhkan keterlibatan media sebagai instrumen dan saluran sosialisasi politik, sehingga sangat efektif bisa menjangkau semua kalangan khususnya mahasiswa.

Ketua KPU Kota Kendari, Jumwal Shaleh membeberkan, soal rangkaian dan tahapan dari setiap pemilu. Sehingga peran pemuda sangat dibutuhkan dalam mengawasi proses demokrasi.

“Saya mengharapakan GMNI Kota Kendari bisa menjadi pendobrak dan bisa berkontribusi dalam mengawal pemilu yang berkualitas dan demokratis,” harapnya.

Sementara Ketua Jari Kota Kendari, La Ode Hidayat membeberkan, generasi muda harus menjemput momentumnya sendiri, apa lagi menjelang momentum Pemilu 2024.

“Pemimpin yang kita pilih harus betul-betul memahami situasi nasional dan global hari ini, tentang tantangan apa yang akan kita hadapi ke depan, apa lagi berkecamuknya perang Rusia dan Ukraina,” urainya.

Selanjutnya, Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Tenggara, Muh Endang SA mengatakan, Pemilu 2024 adalah festival demokrasi untuk memilih pemimpin yang betul-betul punya visi misi dan program politik jangka panjang. Mesti dilihat adalah gagasan dan tred record selama ini.

Ia juga mengharapkan kepada mahasiswa, agar selalu menanamkan sikap kritis dari setiap kebijakan pemerintah yang ada, khususnya di Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.

“Banyak sekali kebijakan pemerintah yang tidak pro terhadap rakyat,” tegasnya.

Penulis: Aldi Editor: Asdar