Kebakaran di Pasar Lama Pomalaa Hanguskan 24 Bangunan, Kerugian Mencapai Miliaran Rupiah

Kebakaran di Pasar Lama Pomalaa Hanguskan 24 Bangunan, Kerugian Mencapai Miliar Rupiah
Salah satu bangunan di pasar lama Pomalaa Kolaka ludes dilalap sijago merah. (Dok: Rahman/Timurterkini.com).

Kolaka, Timurterkini.comPeristiwa kebakaran di pasar lama Pomalaa, Kelurahan Dawi-dawi, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, hanguskan puluhan bangunan rumah dan kios.

Pada peristiwa memilukan ini, tercatat sedikitnya 24 kios pedagang dan rumah disekitaran lokasi pasar ikut terbakar.

Hal itu diungkapkan Lurah Dawi-dawi, Rachmat Hidayat, saat dihubungi wartawan Timurterkini.com via WhatsApp, Jum’at (27/01/2023).

Menurut Rachmat, dari jumlah rumah yang terbakar, beberapa diantaranya rata dengan tanah, sementara sisanya hanya menyisakan puing dan dinding batu.

“Beberapa bangunan diantaranya rata dengan tanah, ada juga yang terlihat hanya bangunan sementara isinya suda habis terbakar,” ungkapnya.

Akibat peristiwa itu, korban mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai hingga Miliaran rupiah setelah harta bendanya tak dapat diselamatkan.

Bagai mana tidak, padatnya bangunan rumah maupun gudang pedagang, lanjut Rachmat, membuat api seketika cepat menjalar.

Pemadam kebakaran bersama warga sekitar yang berada dilokasi sempat kewalahan mengatasi amukan sijago merah (Api).

“Estimasi kerugian sementara sekitar 1 Miliar lebih, karena korbannya rata-rata pedagang yang gudangnya juga disekitaran situ,” bebernya.

Penyebab kebakaran, lanjut Rachmat, diduga kuat arus pendek listrik (korsleting listrik) yang berasal dari dapur salah seorang warga.

“Banyak yang bilang penyebabnya adalahkompor karena sumber api dari dapur, tapi sebenarnya bukan, melainkan korsleting listrik,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya. Aparat Kepolisian Polsek Pomalaa, Polres Kolaka, Polda Sulawesi Tenggara, masih melakukan penyelidikan di lokasi kebakaran.

Kapolsek Pomalaa, IPTU Taufik menyebut, sebanyak Delapan unit mobil pemadam kebakaran berada di lokasi kejadian memadamkan api.

Ke Delapan mobil itu tak lain adalah milik Pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Kolaka dan PT Antam serta PT SJS, berupaya memadamkan besarnya kobaran api.

“Mobil milik Pemda Kolaka, PT Antam dan PT SJS dikerahkan untuk memadamkan api,” katanya kepada wartawan Timurterkini.com.