Opini  

Wartawan Abdi Satria Telah Tiada

wartawan BolaSport.com
Ilustrasi Pers. Dok : ocw.upj.ac.id.

Timurterkini.com – Abdi Satria, wartawan BolaSport.com berpulang ke rakhmatullah, sekitar pukul 19.55 WITA, Jumat (22/7/22) di Rumah Sakit Akademis Makassar dalam usia 52 tahun. Almarhum lahir 18 Mei 1970.

Sri Syahril, sahabat almarhum, Jumat malam menyebutkan, pada pukul 14.00, hari Jumat itu, dia masih sempat berkomunikasi dengan almarhum. Sorenya, almarhum pergi melihat anaknya yang latihan bersama dengan tim yang tergabung dalam Sekolah Sepak Bola (SBB) Bank Sulselbar, tempat dia juga menjadi pengurus.

Sebelum Ashar, almarhum mengeluh dadanya panas, dan masih sempat menunaikan salat Ashar.

Dia pun ke lapangan dan sempat bincang-bincang dengan pengurus SSB Bank Sulselbar. Sempat juga diberikan dua gelas air minum ketika mengeluh tubuhnya panas.

Dia segera dibawa ke RS Akademis dan selama satu jam mendapat bantuan medis. Namun pada pukul 19.55 Wita, nyawa putra penyair dan pemain film Aspar Paturusi tersebut tidak tertolong.

Sahabat almarhum, Rusman Madjulekka sempat menangkap tanda-tanda yang aneh dalam suatu percakapan dengan almarhum.

“Man, doakan saya mau pergi. Mudah-mudahan jadi dan lancar,” ujar Abdi Satria kepada sahabatnya Rusman Madjulekka, Kamis (21/7/22) pagi melalui gawai whatsapp.

Abdi yang alumnus Komunikasi Fisip Unhas tahun 1988 tersebut berkisah kepada sahabatnya itu, kalau akhir-akhir ini dia lebih banyak membina akademi sepak bola usia muda, semacam Sekolah Sepak Bola (SSB) di Makassar, begitu.

“Mau ke mana?” tanya Rusman penasaran.

“Nantilah, saya kasih tahu kalau jadi. Masih wacana, diajak kawan-kawan dari Solo,” jawab almarhum membocorkan rencananya seperti diberitakan “HeraldSulsel”.

Abdi termasuk wartawan senior dan alumnus dua media besar olahraga tanah air, “Tabloid Bola” dan “Gema Olahraga”.

Dia mulai bertugas di Bola.com sejak awal berdirinya tahun 2015.

Abdi juga dikenal sebagai pegiat sepak bola nasional. Tidak heran dia menjadi kamus berjalan sepak bola nasional. Salah satu kegiatan meliput yang berkesan baginya ketika meliput Piala Dunia 1998 di Prancis yang mempertemukan tuan rumah Prancis vs Brasil yang berkesudahan dengan kemenangan 3-0 Prancis.

Piala Dunia berlangsung 10 Juni s.d. 12 Juli 1998 yang diikuti 32 kesebelasan yang pertandingannya tersebar pada 10 kota. Juara III Piala Dunia 1998 adalah Kroasia disusul Belanda di tempat keempat.

Pertandingan Piala Dunia 1998 menghabiskan 64 pertandingan dan memunculkan Ronaldo (Brasil) sebagai pemain terbaik dengan top scorer Davor Suker (Kroasia) dengan 6 gol. Michael Owen (Inggris) terpilih sebagai pemain muda terbaik,sementara Fabien Barthez (Prancis) terpilih sebagai penjaga gawang terbaik. Tim penerima penghargaan “fair play” jatuh pada Inggris dan Prancis.

Pengalaman meliput piala UEFA dia tulis dalam feature berjudul; CERITA BOLA: Assalamaualaikum Yazid, Perjalanan Mengejar Zinedine Zidane ke Bordeaux”. Menurut Bola.com, Abdi juga pernah bertugas di Tabloid GO dan meliput leg kedua PiALA UEFA  1995-1996 yang mempertemukan tuan rumah Bordeaux vs Bayern Munchen 23 Mei 1996.

Ketika PON XX/2021  Papua, 2 s.d.15 Oktober 2021, Abdi Satria termasuk salah seorang dari 11 wartawan Sulawesi Selatan yang meliput pesta olahraga nasional empat tahunan itu.

Meskipun dalam kondisi kesehatan yang terlihat mulai menurun, almarhum tetap berusaha meliput kegiatan itu. Bahkan, di sela meliput masih meluangkan waktunya bertemu dengan teman-teman lamanya dari berbagai daerah di Tanah Air yang juga hadir di Papua.

Abdi Satria adalah sosok wartawan yang rendah hati dan selalu menyejukkan. Santun berbicara dan menguasai benar bidang peliputannya, olahraga, lebih khusus sepak bola.

Oleh sebab itu, tidak heran jika komunitas wartawan menjulukinya sebagai “kamus berjalan sepak bola nasional”. Tidak heran, dalam berbagai diskusi olahraga dan bola, dia kerap didaulat sebagai narasumber dan pemateri.

Selamat jalan Adinda Abdi Satria. Para sahabatmu akan selalu mengenang namamu.

Penulis: M. Dahlan Abubakar