PGRI: Tindakan Kepala Sekolah Pecat Guru Honorer karena Posting Gaji Tidak Bijak

  • Whatsapp
Ketua PGRI Unifah Rosyidi.

Jakarta, Timurterkini.com – Ketua PB PGRI Unifah Rosyidi menanggapi pemecatan Guru honorer SDN 169 Desa Sadar, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), Oleh kepala sekolah setelah mengunggah gajinya senilai Rp 700 ribu di media sosial.

Unifah Rosyidi mengatakan tindakan pemecatan dengan alasan tersebut tidak bijak.

Bacaan Lainnya

“Menurut saya tidak bijak untuk memecat hanya karena memposting, semua orang sudah tau bahwa kita semua berjuang, honorer itu gajinya seperti itu, yang kita lakukan adalah semua para pejabat harus mengerti bahwa guru itu berperan penting dan tanpa mereka nggak bisa lah pembelajaran berlangsung, karena itu ya respek gitu, saling menghormati,” kata Unifah, dikutip dari Detik.com, Kamis (11/2/2021).

Unifah mengatakan seharusnya pihak sekolah meminta klarifikasi terkait postingan guru tersebut untuk diselesaikan bersama. Dia menilai, tindakan ini seperti menganggap guru honorer tidak bernilai.

“Nggak usah dipecat segala, ajak ngomong, dibicarakan, kaya yang tidak punya posisi banget gitu lho,” ujarnya.

Lebih lanjut, Unifah juga mengingatkan agar para guru mengetahui batasan. Dia meminta agar lebih bijak menggunakan media sosial.

“Para gurunya juga saling menghormati dan tahu batas, jangan sesekali tergoda untuk bicara padahal jadinya tidak menguntungkan, jadi intinya yang bijaklah, pejabat setempat nggak usah juga kebakaran jenggot, karena kondisi seperti mari kita bicara selesaikan sama-sama,” tuturnya.

Sebelumnya, Hervina mem-posting gajinya Rp 700 ribu di akun Facebook-nya. Akibat posting-annya itu, Hervina ditelepon berkali-kali oleh kepala sekolahnya. Namun, karena panggilan telepon tersebut tidak sempat diangkat Hervina, kepala sekolah kemudian mengirim pesan singkat yang berisi pemecatan dirinya dari guru honorer.

Pos terkait