Pencatatan Meteran Listrik Ditangguhkan

  • Bagikan
Ilustrasi (Foto: IG @pln_id

Jakarta, Timurterkini.com – PT PLN (Persero) memutuskan pencatatan dan pemeriksaan stand meter pelanggan ditangguhkan sementara waktu dalam upaya mencegah penyebaran wabah virus corona. Sebagai gantinya, PLN menerapkan kebijakan perhitungan rata-rata pemakaian listrik selama 3 bulan terakhir untuk pelanggan pascabayar, berlaku untuk pembayaran rekening bulan April.

Dilansir dari KOMPAS.com, Senior Executive Vice President (SEVP) Dept. Bisnis & Pelayanan Pelanggan PLN Yuddy Setyo Wicaksono mengatakan, kebijakan ini dilakukan sebagai upaya mencegah penyebaran wabah virus corona, sehingga pencatatan dan pemeriksaan stand meter pelanggan ditangguhkan sementara waktu.

“Artinya, untuk pembayaran rekening bulan april, perhitungannya menggunakan data dari historis rata-rata pemakaian kWh pada bulan Desember, Januari dan Februari,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (26/3/2020).

Baca Juga :  Covid 19 di Kabupaten Mamasa Tertanggal 17 Oktober 2021 Capai Puluhan Kasus

Dengan demikian, petugas pencatat meteran listrik tidak akan melakukan kunjungan ke rumah pelanggan untuk sementara waktu.

Yuddy menambah, hal ini sejalan dengan imbauan pemerintan untuk melaksanakan Work From Home dan Physical Distancing dapat berhasil.

“Kebijakan ini diberlakukan agar pelanggan merasa tenang dan tidak perlu repot dan kuatir untuk berinteraksi dengan petugas,” kata dia.

Baca Juga :  Covid 19 di Kabupaten Mamasa Tertanggal 17 Oktober 2021 Capai Puluhan Kasus

Jika pelanggan memiliki keluhan terkait ketidaksesuaian pencatatan stand akhir kWh meter dan perhitungan rekening, akan diperhitungkan pada rekening bulan depan, sehingga pelanggan tetap tidak akan dirugikan.

“Pengaduan bisa langsung disampaikan ke contact center PLN 123,” kata Yuddy.

  • Bagikan