PAL: Proyek Pembangkit Dual Fuel Kolaka 1 Diresmikan Februari

  • Whatsapp
Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero) Budiman Saleh menyerahkan siluet BMPP kepada Direktur Pengembangan dan Niaga PT Indonesia Power Adi Supriono. (Foto: pal.co.id)

Jakarta, Timurterkini.com – Proyek pembangunan Dual Fuel Barge Mounted Power Plant (BMPP) 60 megawatt (MW) Kolaka 1 direncanakan akan diresmikan pada bulan ini.

Proyek dual fuel BMPP merupakan kerja sama PT PAL Indonesia (Persero) dengan PT Indonesia Power, anak usaha PT PLN (Persero), yang nantinya akan ditempatkan di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Bacaan Lainnya

Dual Fuel BMPP 60 MW Kolaka 1 ini merupakan salah satu dari tiga dual fuel BMPP 150 MW yang dipesan oleh Indonesia Power kepada PAL Indonesia.

PAL Indonesia, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor industri galangan kapal, telah menandatangani kontrak manufacturing BOP (Balance of Plant) Power Plant senilai Rp2,61 triliun untuk pembangunan 3 unit BMPP (Barge Mounted Power Plant) 2×60MW dan 1x30MW.

“Rencana BMPP Kolaka 1 akan di-launching Februari 2021 ini,” ungkap Sutrisno, Direktur Rekayasa Umum dan Harkan PAL Indonesia, dikutip dari Dunia Energi, Selasa (9/2).

BMPP menggunakan teknologi dua fuel dan juga disiapkan untuk 100% bahan bakar gas. Dual Fuel BMPP 60MW memiliki panjang 72 meter, lebar 27,4 meter, tinggi 6,5 meter dan sarat setinggi 4,7 meter serta ditunjang dengan 6 x Dual Fuel Engine 20V34DF.

Dual Fuel BMPP memiliki dimensi yang compact dan sarat barge rendah yang cocok untuk daerah terpencil, BMPP ini juga memiliki keunggulan fleksibilitas pengoperasian dengan bahan bakar yang berbeda, dapat dioperasikan dengan mode BBM atau diesel atau mode Gas tanpa perlu mematikan pembangkit dan tanpa kedip, memiliki Heat Rate dan Spesific Fuel Consumption (SFC) yang sangat efisien serta mampu dioperasikan secara terus-menerus tanpa docking repair selama 20 tahun, sehingga dapat memenuhi kebutuhan atau mengganti pembangkit terapung di beberapa wilayah Indonesia.

“Dual Fuel BMPP sangat vital dan menjadi bagian dalam program elektrifikasi nasional yang ditargetkan di wilayah-wilayah terpencil atau remote area,” tandas Sutrisno.

Pos terkait