Polisi Gagalkan Penyelundupan 9.200 Liter Solar Subsidi Dari Sinjai Tujuan Kolaka

Ditoplair Korpolairud Baharkam Polri berhasil menggagalkan penyeludupan 9.200 liter Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar. Foto/Istimewa

Timurterkini.comPenyelundupan 9.200 liter BBM subsidi jenis solar dari Sinjai, Sulawesi Selatan tujuan Kolaka, Sulawesi Tenggara, digagalkan Direktorat Polair Korppolairud Barhakam Polri.

Sebuah kapal nelayan tradisional di Sinjai, Sulawesi Selatan dengan muatan solar Subsidi diamankan oleh Direktorat Polair Korppolairud Barhakam Polri. Solar yang diduga akan disuplai ke beberapa perusahaan tambang di Kolaka ini dikemas dalam 250 jeriken masing-masing 32 liter dan 6 drum masing-masing 200 liter.

Dikutip dari Tribun Sinjai, Penyelundupan melalui jalur laut itu, berhasil digagalkan setelah Kapal Patroli (KP) Blibis Polair sedang berpatroli di Muara Sungai Barengan Sinjai.

“Jadi di kapal tersebut diamankan 250 jeriken masing-masing 32 liter dan enam drum masing-masing 200 liter,” kata Komandan KP Blibis, Kompol Samsudin, Selasa (21/6/2022) siang.

Komandan KP Blibis, Kompol Samsuddin mengungkapkan empat terduga pelaku berhasil diringkus yakni M (55), AS (49), AM (19) F (23).

Barang bukti kapal dan ratusan jerikan serta drum yang digunakan menampung solar itu, pun diamankan di Pos Polair Sinjai.

Lebih lanjut, Kompol Samsudin menjelaskan, ribuan liter solar itu bakal dibawa pelaku ke Kolaka untuk dijual kembali.

“Sesuai pengakuan terduga pelaku, BBM Subsidi ini akan dibawa ke Kolaka untuk dijual kembali,” ucapnya.

Akibat perbuatannya pelaku dugaan penyelundupan BBM Subsidi itu, pun terancam hukuman maksimal enam tahun penjara.

Mereka dijerat pasal 55 Undang-undang RI Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan GasBumi yang telah di ubah ketentuannya pada pasal 55 UU RI No 11 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja Jouncto Pasal 55 KUHP.