Pelaku Penculikan Anak di Kabupaten Kolaka Ditangkap di Wajo Sulsel

Pelaku Penculikan Anak di Kabupaten Kolaka Ditangkap di Wajo Sulsel
Kedua terduga pelaku penculikan Anak di Kelurahan Anaiwoi diamankan Satreskrim Polres Kolaka bersama unit Reskrim Polsek Watubangga. Dok : Ist.

“Pelaku Penculikan Anak di Kabupaten Kolaka Ditangkap di Wajo Sulsel”

Kolaka, Timurterkini.com – Kasus penculikan Anak yang terjadi di Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, pada Jum’at 05 Agustus 2022 lalu, terungkap setelah terduga pelaku diamankan Tim Elang Sat Reskrim Polres Kolaka.

Pelaku itu diamankan di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan oleh Tim Elang Sat Reskrim Polres Kolaka bersama unit Reskrim Polsek Watubangga di Back-up personil Polsek Pitumpanua, Sabtu 13 Agustus 2022 kemarin.

Hal itu dikatakan Kasubsi Penmas Humas Polres Kolaka, Aipda Riswandi, Minggu 14 Agustus 2022 malam.

Dia menjelaskan, pelaku berjumlah dua orang itu terdiri satu orang Pria berinisial A (42) warga Kecamatan Tanggetada dan Wanita berinisial ST (47) warga Kecamatan Lalolae, Kabupaten Kolaka Timur, Sultra.

Lanjut Aipda Riswandi, menjelaskan, bermula kedua  pelaku mendatangi sekolah korban inisial AT (12) di SDN 1 Anaiwoi, Kelurahan Anaiwoi, Kecamatan Tanggetada, Kolaka.

Kemudian, kedua pelaku mengajak korban untuk berbelanja jajanan.

Berselang beberapa waktu, ST (Pelaku Red) menarik tangan korban menuju ke mobil merek Toyota Avanza berwarna merah Maron yang telah menunggu.

“Selanjutnya ST membawa pergi korban,” ungkapnya.

Atas peristiwa tersebut, pihak sekolah kemudian menyampaikan kepada orang tua korban dan melaporkan di Polsek Watubangga.

Diketahui bahwa korban AR yang masih duduk dibangku kelas 6 SD, merupakan anak tiri dari pelaku A, dimana A sakit hati kepada ibu korban yang sudah tidak ingin lagi melanjutkan hubungan rumah tangganya bersama A.

“Pelaku ST juga mengakui perbuatannya telah membantu menjemput korban disekolahnya atas perintah dari Pelaku A, dimana ST adalah pacar dari A,” bebernya.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, terhadap kedua pelaku dijerat pasal 83 UU No. 35 tahun 2014 tentang perubahan UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan Anak.

“Dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” tutupnya. (*)