Hot  

Ciuman Bibir Saat Romantisme Ternyata Berisiko

Ciuman Bibir Saat Romantisme Ternyata Berisiko
Ilustrasi bibir. Dok : Kawaii Beauty Japan.

Timurterkini.com – Bercinta sembari berciuman bibir memang tak sedikit digeluti sebagian orang. Dimana gerakan tersebut merupakan aktivitas awal sebelum memasuki inti hubungan seksual.

Melansir dari alodokter.com. Berciuman bibir dengan orang yang disayangi memang mendatangkan banyak manfaat secara psikologis, bahkan juga untuk kesehatan tubuh. Kendati demikian, melakukan ciuman bibir dengan orang yang sedang terinfeksi penyakit dapat membuatmu ikut terkena penyakit yang sama.

Lewat penelitian, ditemukan bahwa pasangan yang sering berciuman ternyata memiliki tipe bakteri yang sama di dalam air liurnya. Hasil ini membuktikan bahwa saat berciuman, terjadi perpindahan bakteri antara kedua orang. Di sisi lain, ada yang menyebut bahwa perpindahan bakteri ini baik untuk membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Meski begitu, dugaan tersebut masih belum terbukti secara klinis.

Beragam Penyakit akibat Berciuman Bibir

Berikut adalah penyakit yang bisa ditularkan melalui ciuman bibir, yaitu:

• Pilek
Pilek dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan virus lewat udara atau melalui cairan tubuh di saluran napas, seperti dahak atau ingus orang yang terinfeksi. Berciuman membuat orang lebih mudah terpapar virus ini.

• Demam kelenjar
Penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Epstein-Barr ini disebut juga dengan penyakit ciuman atau mononukleosis. Penyakit ini dapat dikenali dengan gejala-gejala berupa tenggorokan terasa panas, sakit kepala, demam, nyeri di seluruh tubuh, ruam, serta pembengkakan kelenjar getah bening pada leher dan ketiak. Meski umumnya demam kelenjar tidak membahayakan, tapi penyakit ini terkadang dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti pembesaran limpa, gangguan hati, trombositopenia, anemia, pembengkakan amandel, peradangan otot jantung (miokarditis), dan komplikasi pada sistem saraf. Komplikasi ini biasanya akan lebih mudah terjadi pada mereka yang mengalami gangguan sistem kekebalan tubuh.

• Infeksi herpes

• Herpes genital muncul karena infeksi herpes simplex virus (HSV). Ada dua jenis virus herpes simplex, yaitu tipe 1 (HSV-1) dan tipe 2 (HSV-2). HSV 1 inilah yang umumnya dapat ditularkan dari mulut ke mulut sehingga menyebabkan herpes oral, yaitu infeksi pada mulut dan bibir. Virus herpes simpleks penyebab infeksi ini dapat ditularkan jika seseorang berciuman dengan pengidap herpes. Terlebih jika terdapat luka melepuh pada pengidapnya, bahkan jika luka itu telah sembuh.

• Cacar air
Cacar air adalah infeksi yang disebabkan oleh virus varicella-zoster. Meski umumnya terjadi pada anak, tapi kondisi ini juga dapat menjadi lebih buruk jika menyerang orang dewasa. Terutama bagi mereka yang mengalami gangguan sistem kekebalan tubuh.

• Kemunculan cacar air biasanya diawali dengan gejala-gejala seperti demam, kehilangan nafsu makan, kelelahan, sakit kepala, dan timbul ruam di seluruh tubuh. Virus penyebab cacar air ini dapat ditularkan melalui kontak langsung, seperti berciuman atau dari aliran udara yang dihirup.

• Kutil
Kutil disebabkan oleh virus Human papillomavirus (HPV). Ada sekitar 100 jenis virus HPV yang bisa memicu munculnya kutil. Salah satu jenis kutil yang tumbuh di sekitar hidung dan mulut adalah kutil filiform. Kutil jenis ini biasanya berbentuk kecil dan memiliki warna yang sama dengan warna kulit. Kutil pada mulut ini dapat menular melalui ciuman, terutama ketika ada area di sekitar mulut yang sedang mengalami luka.

• Penyakit yang disebabkan bakteri meningokokus