Perinsip Berumah Tangga Sesuai Al-Qur’an

  • Whatsapp
Ilustrasi

Timurterkini.com – Membangun rumah tangga yang harmonis adalah impian setiap manusia terutama bagi pasangan yang baru menikah. Menikah merupakan salah satu sunah yang sangat dianjurkan Rasulullah SAW. Islam mengajarkan prinsip-prinsip dalam hidup berumah tangga. 

Pernikahan adalah jalan menuju suatu rumah tangga dan pernikahan yang dilandasi oleh nilai-nilai ajaran agama islam tentunya akan membawa kemudahan dan berkah dalam mewujudkan suatu keluarga sakinah, mawaddah dan warahmah.

Bacaan Lainnya

Sebelum berumah tangga seseorang harus mengetahui dasarnya terlebih dahulu, mengapa saya harus menikah? Mengingat seringkali rumah tangga kalau kita lihat para artis-artis di televisi dengan mudahnya menikah, lalu cerai, menikah lagi, cerai lagi, begitu seterusnya. Semoga kita dijaga dari perilaku yang demikian.

Ada 5 prinsip yang harus dimiliki ketika seseorang ingin berkeluarga, membangun rumah tangga:

  1. Kita harus menyadari kalau pernikahan itu komitmen pada ikatan janji yang kokoh sebagai amanah Allah Swt. Dalam alquran disebut sebagai mitsaqan ghalizhan, janji suci (lihat, QS. An-Nisaa’ [4]:  21). Jadi menikah itu nggak cuma yang dicari berhubungan intim saja bisa kikuk-kikuk. Jangan salah, setelah itu barulah kehidupan dimulai, sodara. Ketika prinsip komitmen dipegang dengan baik, insya Allah nggak ada istilah pelakor/pebinor, karena kedua pasangan saling menjaga itu karena Allah.
  2. Berpasangan dan berkesalingan, dalam alquran disebut zawaj (QS. Al-Baqarah [2]: 187 dan Ar-Ruum [30]: 21). Keduanya saling menghangatkan, memelihara, menutupi, dan memuliakan satu sama lain. Alquran menggambarkannya ibarat pakaian yang berfungsi saling menutupi aurat atau kekurangan dan memperindahnya, dengan saling menyempurnakan satu sama lain. Hunna libasullakum waantum libasullahunna.
  3. Memperlakukan satu sama lain dengan sikap atau cara yang baik, mu’asyaroh bil ma’ruf (Lihat, QS. An-Nisaa’ [4]: 19). Contoh sederhananya adalah ketika mau berhubungan intim, ijin terlebih dahulu. Kali aja ada yang lagi nggak mood, obrolin aja dulu. “Dik atau mas, sedang kudu nih, berkenan nggak?” Tidak boleh kita memakai kekerasan atau merudal paksa, walaupun statusnya sudah sah. Kalau keduanya sudah saling ridlo, insya Allah menghasilkan keturunan yang berkah.
  4. Bermusyawarah, berembuk bersama untuk mencapai suatu kesepakatan atau memutuskan sesuatu (QS. Al-Baqarah [2]:233). Narasi tv dalam sebuah video yang berjudul “Menikah itu Work in Progress”, menyatakan penyebab utama dengan jumlah prosentase yang paling besar sekitar 53,0% dari perceraian, itu akibat dari perselisihan atau pertengkaran. Soal nafkah, pendidikan anak, tempat tinggal, dan lain-lain tentunya harus disepakati bersama. Luangkan waktu jika kita orang yang super sibuk, minimal 15 menit, untuk ngobrol secara quality time dalam sehari.
  5. Saling merasa nyaman dan memberi kenyamanan kepada pasangan. Dalam bahasa Alqur’an disebut dengan taraadhin min huma (QS. Al-Baqarah [2]: 233).  Saling ridlo, rela. Kalau saya pribadi dalam menjelaskan nyaman atau saling ridlo ini seperti seseorang yang berhubungan (jima’), sang suami rela melepaskan sesuatu dan sang istri rela menerimanya. Kalau keduanya sama-sama rela, maka akan tercipta kenyamanan. Makanya pernikahan dikatakan surga dunia karena kenikmatan yang tidak hanya dari segi lahiriyah, tetapi juga bathiniyyah. Hal ini yang tidak dapat dicapai kalau kita hidup menyendiri alias menjomblo.

Pos terkait