Sempat Viral di FB: Satu Warga Kelurahan Mamasa Yang di Karantina di Desa Osango Dipindahkan Kerumah Yang Layak

  • Whatsapp
Mamasa Osango viral karantina
Aldi, yang postinganya sempat viral di group warkop to mamasa. Foto: Timurterkini.com/Yulianus

Mamasa, Timurterkini.com – Salah satu warga Keluruhan Mamasa yang di ketahui bernama Aldi Sandro, dengan alamat KTP Kelurahan Mamasa, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) yang membuat cuitan stastus di Fb akun miliknya dengan nama akun ALdi.

Mengatakan sudah 4 hari di pondok seperti ini tapi belum ada perhatian sama sekali pemerintah, kemudian dicaption gambar tempatnya dikarantina menulis, saya tidak berharap lebih kepada Pemerintah Setempat di Kabupaten Mamasa ini, tapi setidaknya memberikan tempat karantina yang layak, khususnya di kelurahan Mamasa.

Curhatan hati parantau yg pulang kampung, ditambahkan lokasi BUNTUKASISI’, lalu memposting ke grup WARKOP to MAMASA.

Tak lama setelah itu, postingan ALdi di grup WARKOP to MAMASA viral, sontak membuat warga net memberi komentar dan tanggapan yang beragam, ada yang berkomentar positif ada juga yang mengkritisi Pemerintah.

Di kutip dari beberapa komentar netizen akun atas nama P## B### mengatakan, waduh kita piralkan Pemda kalau begitu dimana uang yang dipotong dari setiap SKPD dan seluruh Desa di Kabupaten Mamasa, kemudian komentar akun atas nama M#### P###, Intinya kesiapan Pemerintah kita hanya sebatas bibir saja.” dan masih banyak komentar dari netisen kepada Pemerintah.

Bacaan Lainnya

Terkait postinganya di Facebook

Dari postingan tersebut, Camat Mamasa, Hesron Lullulangi, S.Pt.,M.Pd, Mendapat laporan dari warga Masyarakat yang melihat postingan di akun atas nama ALdi di grup WARKOP to MAMASA, dan salah satunya laporan dari Pendamping Desa.

Setelah mendapat laporan, Camat Mamasa berkomunikasi dengan, Marthen Arruan Silomba, Kepala Desa Osango dan juga Pendamping Lokal Desa, Yuniati, dan baru saat itu juga, Kepala Desa Osango baru mengetahui kalau ternyata ada warga yang di karantina di wilayah Desa Osango.

Kemudian Camat Mamasa, Kepala Desa dan Pendamping Lokal Desa, berkomunikasi untuk bertemu di lokasi tempat karantina untuk memastikan kebenaran dari postingan akun atas nama ALdi di grup WARKOP to MAMASA tersebut.

Dan setibanya di lokasi, memang benar bahwa tenyata ada warga yang sedang di karantina di puncak Buntu Kasisi sesuai postingan di WARKOP to MAMASA.

Setelah Melihat langsung dan juga menanyakan nama dan alamatnya, di ketahui bernama lengkap Aldi Sandro, warga Kelurahan Mamasa, lalu Marthen Arruan Silomba, memerintahkan ke pada Aldi untuk mengemas barang-barangnya dan di pindahkan ke kerumah orang tua Arruan Silomba yang juga orang tua dari istri Wakil Bupati Mamasa Marthinus Tiranda, S.IP.

Sambil Aldy berkemas, kami dari media berbincang-bincang dengan salah satu warga yang enggan disebut namanya, yang tinggal di sekitar tempat itu.

“Warga tersebut menjelaskan, bahwa memang empat hari yang lalu, Aldi datang ketempat ini untuk menjalani karantina setelah di tolak orang tua dan saudaranya, sehingga saya pinjamkan tenda parasut untuk digunakan di tempat yang sebelumnya juga ada warga yang di karantina, namun sudah selesai dan sudah pindah kerumah orang tuanya,” tutur salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Setelah dipindahkan kerumah karantina tersebut, Aldi Sandro menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Camat Mamasa, Hesron Lullulangi dan Pemerintah Desa Osango, karena telah merespon postingannya di grup WARKOP to MAMASA.

“Kepada mendia, Aldi menceritakan, bahwa sebelumya saya kerja di salah satu rumah makan di Makassar, namun karena adanya pandemi Virus Corona, maka tempat kerja saya ditutup, dan akhirnya saya memutuskan untuk datang kesidrap ke tempat kerja saudara, setelah beberapa minggu di Sidrap saya memutuskan untuk pulang kampung ke Mamasa pada hari sabtu,09/5/20,” jelas Aldi, Rabu 13 Mei 2020.

Lanjut Aldi, namun setelah saya sampai di rumah orang tua, saya tidak di terima dengan alasan tetanga-tetanga di kelurahan Mamasa takut, karena saya baru pulang dari zona merah yang mana sudah banyak orang yang tertular dengan Virus Corona, lalu saya diarahkan ke Buntu Kasisi dimana di sini ada rumah saudara kandung saya, namun setelah sampai disini saya pun di tolak dan akhirnya saya mencari sendiri tempat karantina dan di puncak Buntu Kasisi ini ada gubuk yang bisa saya tempati, untung ada warga yang berbaik hati yang yang mau meminjamkan tenda parasutnya, yang bisa saya gunakan seperti kondisi foto yang saya posting di grup WARKOP to MAMASA tadi.

“Sehingga melalui kesempatan ini, saya menyampaikan permohonan maaf kepada Pemerintah Desa Osango dan kepada semua pengguna media sosial atas postingan saya yang sempat berpolemik di media sosial,” ungkap Aldi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Osango, Marthen Arruan Silomba, memberi penjelasan kepada Aldi, bahwa kita bersyukur karena masih ada tempat karantina yang ada di sini dan terkait dengan kejadian ini, saya ingin menyampaikan beberapa hal yang perlu diketahui Masyarakat, bahwa selama masa pandemi penyebaran Corona ini, sudah ada 157 orang warga Desa Osango yang menjalani masa karantina, hingga sampai hari ini tinggal 16 orang yang belum selesai termasuk Aldi yang ternyata warga Kelurahan Mamasa, namun di karantina di wilayah Desa Osango.

“Kami juga menyampaikan, kepada seluruh keluarga yang ada di luar Kabupaten Mamasa, untuk tidak kembali selama masa pandemi Corona ini, karena resikonya tetangga pada khawatir akan penyebaran Virus Corona, di mama juga tempat karantina yang tidak memadai sebab untuk mencari yang layak, butuh biaya yang besar, atas kejadian ini, semong ini tidak terulang kembali karena ini adalah kali keduanya terjadi di Desa Osango,” pungkas Kades Osango.

Ditambahkan Camat Mamasa, Hesron Lullulangi, berharap hal demikian tidak terulang kembali, bagi warga kita siapapun yang datang dari wilayah lain agar berkomunikasi dengan baik dan memberikan informasi kepada pemerintah, agar kami bisa memikirkan yang terbaik buat warga kami, dalam kondisi seperti ini,” singkat Herson.

Laporan: Yulianus

Pos terkait