Pembukaan Pasar Tradisional Buntu Buda, Suhadi: Setelah di Relokasi Pemerintah Harus Tetap Memperhatikan Pedagang

  • Whatsapp
Pembukaan Pasar Tradisional Buntu Buda Suhadi: Setelah di Relokasi Pemerintah Harus Tetap Memperhatikan Pedagang
Anggota DPRD Mamasa Fraksi PKB, Suhadi Kandoa. Dok: Sukir L Bayan/Timurterkini.com

Mamasa, Timurterkini.com – Untuk menatah kota Mamasa, Pemerintah Daerah menertibkan pedagang kaki lima dan mobil penumpang yang selama ini beraktivitas di sekitar taman kota.

Dengan memberikan tempat yang baru di Makau, Desa Buntu Buda, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, yang mana hari ini Selasa 06 April 2021 di buka dengan resmi oleh Bupati Mamasa Ramlan Badawi.

Bacaan Lainnya

Setidaknya pemerintah menyiapkan 122 los/stand di pasar tersebut di antaranya pedagang beras sebanyak 10 lapak, pedagang sayur 34 lapak, pedagang ikan kering 7 lapak, pedagang campuran 10 lapak, pedagang makanan/minuman 19 lapak, pedagang bumbu 3 lapak, pedagang buah/telur 4 lapak, pedagang ikan basah 19, pedagang ayam kampung 4 lapak, pedagang cakar/obral 7 lapak, pedagang dedak 3 lapak.

Anggota DPRD Mamasa Fraksi PKB, Suhadi Kandoa kepada media, berharap dengan adanya relokasi pedagang kaki lima sedikit mengurangi beban moril.

“Dengan adanya relokasi pedagang kaki lima sedikit mengurangi beban moril saya selama ini, karena merupakan satu amanah dan instruksi dari DPP melalui DPW yang di sampaikan langsung ketua DPC kami kepada para anggota Fraksi PKB yg stand by 1X24 jam”, ungkap Suhadi.

Pos terkait