Bupati Mamasa Menegaskan Agar Disiplin Mengikuti Protokol Kesehatan Terkait Penanganan COVID-19

  • Whatsapp
📸 Bupati Mamasa bersama Wakil Bupati Mamasa, Foto Istimewe

Mamasa, Timurterkini.com – Dalam video conference yang diselenggarakan oleh Bupati Mamasa H Ramlan Badawi bersama Wakil Bupati Mamasa Marthinus Tiranda dan Sekretaris Daerah Kabupaten Mamasa Ardiansyah, S.STP yang diikuti oleh Para Kepala OPD dan jajaran Camat se-Kabupaten Mamasa.

Pemerintah Kabupaten Mamasa melalui penjelasan Bupati Mamasa menegaskan kembali pentingnya mengikuti protokol kesehatan terkait Covid-19.

Berikut beberapa penegasan Bupati Mamasa kepada pada Kepala OPD dan Camat untuk disampaikan kepada masyarakat:

1. Tetap bekerja dari rumah dan belajar dari rumah;

Bacaan Lainnya

2. Pembatasan kegiatan di tempat umum, tetapi tetap membuka pasar untuk kebutuhan pangan, membuka supermaket dengan tetap memperhatikan psikaldistancing;

3. Pemeriksaan ketat para pelintas di perbatasan dengan tetap meloloskan kendaraan yang mengangkut logistik khususnya pangan tetapi sebelumnya harus disterilkan berdasarkan aturan dari kesehatan;

4. Penyemprotan disinfektan sebaiknya tidak menyemprot ke seluruh bagian tubuh orang karena bisa membahayakan kesehatan;

5. Memberdayakan pedagang lokal yang ada khususnya pedagang ikan;

6. Sebisa mungkin menunda acara pernikahan dan dapat dijadwalkan ulang setelah pandemik covid-19 dinyatakan aman;

7. Tetap berdoa dan beribadah di rumah.

Bupati Mamasa H. Ramlan Badawi meminta masyarakat Kabupaten Mamasa untuk mau mengikuti anjuran pemerintah untuk menyelamatkan Daerah ini dari penyebaran pandemik covid-19.

“Saya selaku pemerintah Kabupaten Mamasa, meneruskan seruan Presiden melalui Menteri Dalam Negeri agar seluruh masyarakat Indonesia mematuhi anjuran pemerintah agar kita cepat keluar dari masalah ini,” ujar H. Ramlan Kamis 09/04/20.

Wabah pandemi virus corona disiase Covid-19 jangan dipandang enteng persoalan ini, Jangan katakan bahwa Mamasa belum apa-apa sudah panik, pencegahan lebih penting dari pada nanti ada korban baru kita jauh lebih panik.

“Bahwa sebelum diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seperti yang telah diberlakukan di Jakarta dan sekitarnya pada saat ini, seharunya kita sudah mulai mendisiplinkan diri dengan aturan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah setempat,” pungkasnya.

Keseragaman perintah dari tingkat kabupaten sampai ke tingkat Desa, dicontohkan seperti pembatasan pergerakan orang jangan sampai berimbas kepada pembatasasan secara menyeluruh, misalnya ikut membatasi stok pangan ke suatu daerah, seperti distribusi beras, jagung, ikan dan kebutuhan pokok lainnya.

“Kita jangan membatasi stok pangan masuk tapi perlu melakukan sterilisasi sesuai anjuran kesehatan, jika pangan tidak diperbolehkan masuk maka otomatis masyarakat setempat bisa kekurangan stok makanan,” tambahnya.

Senada dengan itu wakil Bupati Mamasa Marthinus Tiranda menjelaskan, bahwa Pemerintah dan para pemangku kepentingan di setiap wilayah harus memberi contoh kepada masyarakat dalam menerapkan anjuran yang telah disampaikan oleh Pemerintah sebagai contoh setelah Presiden mengeluarkan himbauan untuk menggunakan masker baik yang sakit maupun yang sehat khususnya pada saat keluar rumah.

“Saat ini berdasarkan laporan dari OPD terkait bahwa ada 5 penjahit yang ada di Kabupaten Mamasa yang siap untuk memproduksi masker. Harapan pemerintah agar ke depan kelima penjahit ini dapat diberdayakan untuk memproduksi masker untuk masyarakat secara mandiri,” ringkas Marthinus Tiranda.

Sumber: HKM (Hart)

Laporan: Tim

Pos terkait