Ayah Pasien Positif Berdasarkan Hasil Rapid Test Asal Aralle, keluhkan Anaknya di Ambil Tanpa Pemberitahuan Sebelumnya

  • Whatsapp
Pasien positif covid19 asal aralle mamasa
Ayah Pasien Positif Berdasarkan Hasil Rapid Test Asal Aralle, Rais. Foto: Timurterkini.com/Roman Limpa Jaya

Mamasa, Timurterkini.com – Ayah kandung dari seorang ibu berinisial A umur 23 Tahun asal Kecamatan Aralle, Desa Aralle selatan, Kabupaten Mamasa, yang sempat di informasikan positif sesuai hasil repid test, semalam ia mendatangi media, mengeluhkan anaknya di jemput Tim penanganan Covid tanpa ada pemberitahuan sebelumnya dari Dinas Kesehatan Mamasa, Jum’at 1 Mei 2020.

Lewat penyampaian itu, Rais, mengatakan, mengapa anak saya di ambil tanpa pemberitahuan sebelumnya, sedangkan ini sudah lewat masa karantina barulah ada pengambilan, kebetulan di puskesmas aralle juga mengatakan tidak ada yang positif, jadi saya tuntut ini, apakah anak saya positif atau tidak.

Sementara belum ada hasil, jelas saya selaku orang tua kandung tentu bertanya-tanya, anak saya ini positif Covid-19 atau gimana, sementara belum ada hasil pemeriksaan yang jelas,” tuturnya.

Bacaan Lainnya

Saat ditanya, menurut bapak Apakah anaknya pernah menderita penyakit lain sebelum diadakan penjemputan, dirinya menjawab, anak saya tidak pernah menderita penyakit apapun itu, hanya memang sempat diareh, dan kebetulan dia sedang mengandung umur ke-9 bulan anak kedua Katanya.

Dan yang paling mengejutkan karena pada hari itu saya lagi berada di sawah saat anak saya di jemput, pas saya pulang, masih sempat mendapati mobil ambulance di depan rumah, saya mencoba untuk menghalangi, anak saya mau dikemanakan, tetapi mereka menjawab anak bapak mau di bawah ke rumah sakit dulu karena sementara hamil.

Selanjutnya kalau anak saya memang positif covid-19, kami se keluarga siap dan kalau perluh isolasi kami, namun sebaliknya, jika anak saya negatif maka kami keluarga akan menuntut pihak puskesmas dan pemerintah setempat untuk mengembalikan nama baik keluarga kami, dan sampai saat ini pihak dinas kesehatan sudah mengadakan pemeriksaan kesehatan pada keluarga kami.

Dan ada informasi juga kalau anak saya warga Makassar itu salah, karena anak saya warga asli Kabupaten Mamasa dan memang suaminya orang dari papua, tetapi kerja di Makassar, bukan hanya anak saya yang baru datang dari Makassar tetapi banyak orang di kampung saya baru-baru ini pulang dari Makassar termasuk anaknya Kepala Desa, dan seharusnya mereka di periksa semua, bukan cuma anak saya yang harus di periksa. Jelasnya.

Laporan: Roman

Pos terkait