Toraja Utara, Timurterkini.com — Sejumlah tenaga honorer di Kabupaten Toraja Utara mengaku kecewa dan merasa dirugikan atas dugaan adanya “honorer siluman” yang dinyatakan lulus seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap II tahun 2025.
Mereka menilai kehadiran nama-nama yang tidak pernah aktif bekerja di instansi pemerintah selama ini, tetapi justru dinyatakan lolos seleksi, merupakan bentuk ketidakadilan.
Dimana “Honorer Siluman” yang mereka maksud adalah peserta PPPK yang dinyatakan lulus, namun tidak pernah menjadi honorer, tidak memiliki nama di daftar absen masing-masing instansi dan tidak miliki ampra gaji.
“Kami ini sudah mengabdi bertahun-tahun, bahkan ada yang dari tahun 2005 mengabdi. Tapi malah yang tidak pernah aktif dikasih lolos. Ini jelas merugikan kami yang memang benar-benar bekerja,” kata Eni salah seorang juru bicara tenaga honorer, di cafe Marsumelita, Minggu (20/7/25).
Ia menduga ada permainan dalam proses pendataan dan seleksi administrasi PPPK, yang membuka celah bagi oknum untuk menyisipkan nama-nama yang tidak memenuhi syarat.
Bahkan pihaknya mempertanyakan penilaian kelulusan tersebut lantaran terdapat peserta PPPK yang memiliki nilai tinggi namun dinyatakan tidak lulus.
“Ada PPPK yang punya nilai rendah hanya 200 lebih tapi dinyatakan lulus seleksi PPPK ini. Dan kami yang tidak lulus ada yang 525 tidak lulus. Bahkan ada yang dari rumah swasta daftar PPPK, sementara aturannya tidak bisa,” ujarnya.

Iapun berharap agar para PPPK yang dinyatakan lulus segera di gugurkan.
“Dan kami juga bisa mengisi formasi yang kosong tersebut,” harapnya.












