Tamborasi Sungai Terpendek di Dunia Raih Anugerah Destinasi Wisata Unik Pada Ajang API 2020

  • Bagikan
Sungai Tamborasi yang terletak di Kabupaten Kolaka Raih Wisata Unik pada Ajang API 2020 (Dok. Istimewa)

Kolaka, Timurterkini.com – Sungai terpendek di Dunia Sungai Tamborasi meraih juara ke tiga sebagai Destinasi Wisata Unik terpopuler dalam paa acara malam puncak penyelenggaraan Anugerah Pesona Indonesia (API) 2020, pada Kamis (20/05/2021) lalu di Labuan Bajo, NTT.

Penghargaan API 2020 itu diterima langsung oleh Wakil Ketua DPRD Kolaka, H. Syarifuddin Baso Rantegau di lokasi penganugerahan di salah satu hotel di Labuan Bajo, NTT.

Sungai Tamborasi terletak di Pulau Sulawesi tepatnya berada di Desa Tamborasi, Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Tamborasi memiliki panjang sungai hanya 20 meter dan lebar 15 meter. Menariknya, sungai ini terletak tepat di pinggir pantai yang berbatasan serta bersentuhan langsung dengan pesisir dan tepi pantai Tamborasi.

Berdasarkan keterangan serta penjelasan dari Kepala Dinas Pariwisata Kolaka, Zulkarnain Mansyur, label penobatan Tamborasi sebagai sungai terpendek telah gencar dibahas sejak tahun 2014. Bahkan, mulai dicetuskan pertama kali oleh bupati Kolaka, Ahmad Safei, SH, MH.

“Yah sebenarnya label itu memang sudah lama sejak tahun 2014 dan itu dicetuskan Pak Bupati, Ahmad Safei bahwa ini sungai terpendek di dunia”, terang Zulkarnain Mansyur, Rabu (2/6/2021).

Zulkarnain Mansyur menambahkan, bahwa secara legal formal Tamborasi telah mendapat pengakuan resmi oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia sebagai sungai terpendek di dunia.

Bukan hanya itu, pada tahun 2020 lalu, sungai Tamborasi bahkan masuk kedalam ajang nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) yang diselenggarakan oleh Kemenparekraf Republik Indonesia. Tamborasi masuk kategori destinasi unik terpopuler di Indonesia.

Tamborasi berhasil meraih juara ke-3 sebagai destinasi wisata unik di Indonesia dari 10 daftar destinasi wisata yang masuk nominasi API tahun 2020.

Menulusuri catatan rekor dunia dan beberapa sumber literatur, sungai Tamborasi berhasil mengalahkan beberapa sungai pendek lainnya di dunia seperti sungai Reprua yang memiliki panjang 27 meter berada di Negara Georgia. Berikutnya, ada sungai Kovasselva dengan Panjang 22 meter di Norwegia.

Kemudian sungai Ombla, panjang 30 meter di negara Kroasia, dan terakhir sungai Roe yang memiliki panjang 61 meter terletak di negara Amerika Serikat.

Untuk bisa menuju ke sungai Tamborasi aksesnya cukup mudah dilalui.

Jika melewati jalur darat, maka perjalanan untuk ke Tamborasi membutuhkan waktu 1-2 jam dari pusat Kota kolaka, dan memakan waktu 4-5 jam dari Kota Kendari, Ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Hingga kini, pemkab melalui Dispar Kolaka terus melakukan upaya serta mendorong Kemenparekraf RI untuk mendaftarkan sungai Tamborasi ke dalam The Guinness Book of World Records atau catatan rekor dunia demi mengukuhkan posisi sungai Tamborasi di mata masyarakat internasional sebagai sungai terpendek se dunia .

“Iya tentu harapan kami pemerintah Kolaka supaya ini Tamborasi secepatnya terdaftar di book record dunia sebagai legalitas pengakuan internasional. Semoga Kementerian Pariwisata Indonesia juga serius mengupayakan itu”, tutur Zulkarnain.

  • Bagikan