Berita  

Natal Nasional 2025 Digelar Secara Daring Bersama Presiden, Toraja Terima Ambulance, Renovasi Gereja, Paket Sembako Hingga Beasiswa

Wakil Ketua Umum PP GEKIRA dan Penanggung Jawab Umum (PIC) Panitia Natal National 2025, Benyamin Patondok bersama Bupati Toraja Utara, Frederik Viktor Palimbong dan Wakil Bupati Toraja, Andrew Brand Silambi serta Sekda Toraja Utara, Salvius Pasang, saat menyerahkan kunci mobil secara simbolis di gedung Gereja Toraja jemaat Rantepao, Senin malam (5/1/26).

Toraja Utara, Timurterkini.comPuncak perayaan Natal Nasional 2025 dilaksanakan secara daring bersama bapak Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, di gedung Gereja Toraja jemaat Rantepao, Senin malam (5/1/26).

Diketahui Puncak perayaan Natal Nasional 2025 ini dilaksanakan di Tenis Indoor Senayan, Jakarta, pada Senin, 5 Januari 2026, sementara 10 daerah lainnya melaksanakan Natal Nasional 2025 secara daring, termasuk Toraja Utara yang dilaksanakan di gedung Gereja Toraja jemaat Rantepao.

Pada Natal Nasional 2025 ini presiden juga menyerahkan bantuan sembako, bantuan renovasi gereja, beasiswa, dan juga ambulance.

Bupati Toraja Utara, Frederik Viktor Palimbong, menyampaikan bahwa saat ini pihaknya melaksanakan Natal Nasional 2025 secara daring bersama bapak Presiden dan Wakil Presiden.

“Dan tadi Bapak Presiden sudah menyampaikan pesan Natal agar semua pihak terus memupuk persaudaraan, saling memaafkan, dan bersama membangun Indonesia,” Ungkapnya.

Sementara, Wakil Ketua Umum PP GEKIRA dan Penanggung Jawab Umum (PIC) Panitia Natal National 2025, Benyamin Patondok mengungkapkan bahwa pada perayaan Natal ini terdapat bantuan yang di berikan oleh pemerintah pusat yakni presiden Prabowo Subianto kepada Tana Toraja dan Toraja Utara.

Lanjutnya, seperti pemberian ambulance untuk gereja, yakni dua unit untuk Gereja Toraja dan satu unit untuk Gereja Katolik.

Menurut Benyamin, selain pemberian ambulance, terdapat juga renovasi Gereja yang diberikan kepada dua unit gereja Toraja dan satu unit untuk gereja Katolik yang masing-masing Gereja sebanyak 100 juta. Serta bantuan beasiswa 10 juta untuk 100 orang Mahasiswa/Mahasiswi.