Mamuju, Timurterkini.com — Gelombang protes mahasiswa kembali pecah di depan Kantor Gubernur Subar, dan depan kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sulbar, Selasa (25/11/25).
Aksi yang dilakukan oleh para Mahasiswa tersebut, merupakan aksi jilid ketiga, yang menghadirkan massa lebih besar dibandingkan demonstrasi sebelumnya.
Dimana Para mahasiswa menuntut, transparansi dan pertanggungjawaban terkait dugaan masalah dalam rekonstruksi ruas jalan Urekang–Mambi.
Dalam aksi yang dilakukan, koordinator aksi, Mondi mengecam sikap Dinas PUPR yang kembali tidak hadir menemui massa aksi.
“Kami ingin dipertemukan dengan Dinas PUPR dan meminta mereka bertanggung jawab atas masalah rekonstruksi Urekang–Mambi. Tetapi dinas PU lagi-lagi tidak menemui kami,” Terangnya.
Menurut Mondi, bahwa aksi lanjutan ini digelar setelah aksi sebelumnya dianggap diabaikan oleh pihak PUPR. Sementara mereka menilai kerusakan pada proyek rekonstruksi tersebut menunjukkan lemahnya pengawasan dan transparansi di tubuh Dinas PUPR Sulbar.
Dalam tuntutannya, massa aksi mendesak:
- Transparansi Anggaran: Dinas PUPR diminta membuka informasi lengkap mengenai anggaran dan progres proyek yang berjalan.
- Pengawasan Efektif: Melakukan pengawasan yang efektif terhadap proyek yang sedang berjalan.
- Pertanggungjawaban atas Kerusakan: Menuntut Dinas PUPR bertanggung jawab terhadap kerusakan yang muncul pada proyek yang telah selesai dikerjakan.
- Sanksi Tegas: Mendesak pemberian sanksi kepada pihak yang melanggar aturan dan standar kualitas pekerjaan.
- Blacklist Kontraktor: Mahasiswa juga meminta agar perusahaan tersebut diblacklist dari seluruh proyek di Sulawesi Barat.
Hingga aksi ini digelar, belum ada respons resmi dari pihak Dinas PUPR. Mahasiswa menyatakan akan terus melanjutkan gerakan hingga pemerintah menunjukkan komitmen nyata dalam menyelesaikan persoalan infrastruktur yang mereka anggap merugikan masyarakat.













