Berita  

Ketua Transisi Mateng Sesalkan Tindakan Pemdes Segel PAUD, Kades Lamba-lamba Bilang Begini

Ketua Transisi Mateng Sesalkan Tindakan Pemdes Segel PAUD, Kades Lamba-lamba Bilang Begini
Ketua Tameng Rakyat Konsisten dan Sigap (Transisi) Mateng, Risno Hamal. Dok : Ist.

Mateng, Timurterkini.com – Gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), di Desa Lamba – lamba, Kecamatan Pangale, Kabupaten Mamuju Tengah, Provinsi Sulawesi Barat, disegel.

Penyegelan diketahui dilakukan Kepala Desa Lamba-lamba, Ariming Semmang pada Jumat 17 Juni 2022 lalu.

Tertulis pada pintu PAUD yakni “Untuk sementara gedung ini ditutup sementara demi kepastian aset dan haknya Pemerintah Desa”.

Hal itu justru disesalkan Ketua Tameng Rakyat Konsisten dan Sigap (Transisi) Mateng, Risno Hamal.

Pemuda kelahiran Kambunong itu menyayangkan adanya tindakan pihak Pemerintah Desa (Pemdes), yang menyegel gedung PAUD.

Ia katakan, menyegel PAUD bukanlah solusi atas polemik di Desa, malah justru akan berdampak pada generasi yang harusnya belajar, namun karena di segel sehingga tidak ada proses belajar mengajar

“Kami berharap bahwa masalah aset-aset Desa di selesaikan secara internal dan bijaksana,” ungkap Risno Minggu, 19 Juni 2022.

Dirinya mengatakan, jangan karena persoalan aset lantas generasi tidak sekolah.

“Sebaiknya hal ini diselesaikan secara internal jangan karena aset justru anak anak tidak sekolah,” imbuhnya.

Pihaknya meminta, Pemerintah Desa secara langsung membuka segel dan secara profesional meminta maaf kepada seluruh stakeholder yang ada di lembaga Paud kasih bunda.

Harusnya kepemilikan aset Paud kata dia, diserahkan kelembaga dibawah naungan Dinas Pendidikan dengan persetujuan pemilik tanah hibah, sehingga tidak terjadi lagi hal yang serupa di kemudian hari.

“Jika pemerintah Desa punya hak akan lembaga paud, maka kami mulai saat ini ingin Paud terlibat disetiap pengalokasian Dana Desa dengan mengutamakan hal yang paling penting baik berubah pengembangan maupun pengelolahan,” tuturnya.

Menanggapi itu, Kepala Desa Lamba-lamba, Ariming Semmang, mengatakan, penyegelan Paud dilakukan atas nama Pemerintah Desa dan bukan pribadi.

Menurut dia, penyegelan sementara itu dilakukan guna mengetahui kepastian aset Desa.

Sejak dirinya menjabat Kepala Desa, pengelola Paud kata dia, tidak pernah koordinasi dengan dirinya, sementara berdasarkan informasi yang ia peroleh gedung Paud itu adalah aset Desa dan dibangun menggunakan anggaran Dana Desa.

“Ya aset Desa, kalau sesuai dengan petunjuk Kadis PMD, itu adalah hak sepenuhnya Pemerintah Desa, karena tanahnya suda dihibahkan ke Pemerintah Desa,” katanya saat dihubungi Timurterkini.com, Minggu 19 Juni 2022 malam ini.

Bahkan, dirinya membantah telah mengorbankan pendidikan Paud.

“Kalau mengorbankan pendidikan, sampai hari ini belum ada pendidikan dikorbankan, Paud ini ditutup mulai jam 10.30 hari Jum’at, pembelajaran suda selesai, sampai hari ini masih libur, jadi salah besar kalau saya rugikan pendidikan disini,” tegasnya.