Berita  

Ketua Komisi III DPRD Mateng Mengunjungi Bocah yang Sakit dan Tak Memiliki Biaya Pengobatan

Ketua Komisi III DPRD Mateng Mengunjungi Bocah yang Sakit dan Tak Memiliki Biaya Pengobatan
Ketua Komisi III DPRD Mateng, Hamka, mengunjungi bocah yang terjatuh setahun sialam. Dok: Ist.

Ketua Komisi III DPRD Mateng Mengunjungi Bocah yang Sakit dan Tak Memiliki Biaya Pengobatan

Mateng, Timurterkini.com – Menyikapi kondisi yang dialami Saidina Ali, bocah 7 tahun yang tak punya biaya untuk berobat, Ketua Komisi III DPRD Mamuju Tengah (Mateng), Hamka, berkunjung kerumah anak tersebut.

Sebagaimana diketahui Ali mengalami sakit pada bagian tulang belakang sejak jatuh pada tahun lalu.

Anak dari Pasangan suami istri (Pasutri), Ramli dan Aminarti itu dikunjingi politisi asal Demokrat Hamka, Kamis 6 Oktober 2022.

Hamka katakan, melihat kondisi anak tersebut pihaknya bakal melakukan koordiansi kepada dinas terkait sehingga anak itu dapat berobat.

Tak hanya itu, Ketua RAFI Wilayah 04 Mamuju Tengah semwntara itu, akan memediasi kondisi anak tersebut ke dians terkait sehingga dapat sekolah seperyi anak – anak pada umumnya.

“Saat ini saya sudah menyampaikan kedinas sosial by wa tentang data anak tersebut serta melalu media sosial dan insyaallah sy akan memediasi kedinas terkait sehingga anak ini mendapat perhatian dari pemerintah setempat untuk  lanjut berobat dan bisa sekolah seperti anak anak lainnya,” tulis Sekertaris DPC Demokrat Mamuju Tengah itu via Whatsappnya baru-baru ini.

Diberitakan sebelumnya , Seorang bocah di Mamuju Tengah (Mateng), provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), terbaring sakit tak berdaya.

Bocah tersebut bernama Muh. Saidina Ali (7) anak dari Pasangan suami istri (Pasutri), Ramli (33) dan Aminarti (30), warga Dusun Argomulio, Desa Pololereng, Kecamatan Pangale, Mamuju Tengah.

Bocah yang akrab disapa Ali itu, dikabarkan jatuh saat ia berumur enam tahun dan mengalami luka pada bagian belakang hingga membengkak.

Kepada laman ini Aminarti yang merupakan ibu kandung Ali, mengaku anaknya tersebut jatuh saat bermur enam tahun atau setahun yang lalu.

Dikatakan, saat ini kondisi anaknya kesakitan pada tulang belakang hingga membengkak. Bahkan berdiripun ia kesakitan.

“Kalau makan baringpi pak, bisa ji juga berdiri tapi natahan pi nafasnya karna sakit,” ujar Aminarti saat di hubungi Timurterkini.com Kamis, 6 Oktober 2022 sekira pukul 12:00 wita.

Ia menjelaskan, awal mula anaknya sakit saat itu ia hendak mencari sayur dan anaknya tersebut tinggal dirumah.

Setibanya dirumhnya Aminarti menemukan anaknya dalam kondisi tengkurap dilantai saat itu.

“Sekitar setahun lalu, saat itu saya keluar rumah mencari sayur dan tiba tiba saya dapat anak ku tidur tengkurap kesakitan memegang cas,” tuturnya.

Sayangnya, bocah 7 tahun itu, orantuanya tidak memiliki biaya untuk berobat ke dokter.

“Kami terkendala di biaya pak sehingga tidak di bawah ke dokter, padahal mau sekali kak kalau kurongseng ini anakku,” sebutnya.

Aminarti katakan, anaknya pernah berobat kampung namun tidak ada perubahan.

“Pernah berobat kampung pak tapi tidak ada perubahan,” tukasnya.

Kata dia, anaknya juga tidak memiliki BPJS sehingga kedala pengobatan.

Laporan Reporter Timurterkini.com / Ancha