Ketua Demisioner Cab Persiapan PMII Kolut Menilai PKC PMII Sultra Gagal Menjalankan Amanah Organisasi

  • Bagikan
Ketua Demisioner Cab Persiapan PMII Kolut Menilai PKC PMII Sultra Gagal Menjalankan Amanah Organisasi
ketua Demisioner PMII Kolaka Utara, Mahdanur Basri. Dok: Istimewa

Kolut, Timurterkini.com – Ketua demisioner cab persiapan PMII Kolaka Utara menilai PKC PMII Sulawesi Tenggara (Sultra) gagal menjalankan amanah organisasi. Hal itu diungkapkan Mahdanur Basri selaku ketua Demisioner PMII Kolaka Utara.

“Sebagaimana kita ketahui pelaksanaan konferensi koordinator cabang PKC PMII Sulawesi Tenggara yang dilaksanakankan pada 26 sampai 28 April 2021 yang seyogyanya sudah dah melahirkan pemimpin baru, tetapi marak pemberitaan di media sosial terkait penolakan dan keabsahan konkorcab tersebut, mulai dari ketidak hadiran ketua BPK, penolakan beberapa Ketua cabang mulai dari cabang muna, cabang bau-bau, cabang Wakatobi dan juga cabang Buton termasuk sekretaris umum PKC PMII Sultra masa hikmat 2017-2021”, ungkap Mahdanur Basri, Sabtu 1 Mei 2021 malam.

Hal itu juga tanggapan dari kader PMII Kolaka Utara yang juga kita ketahui sebagai demisioner ketua pertama PMI Kolaka Utara, Mahdanur Basri.

Baca Juga :  Sambut Hut Bhayangkara ke 75, Polres Kolaka Utara Gelar Donor Darah

“Jika saya sendiri ditanya terkait tanggapan konferensi koordinator cabang ke x yang dilaksanakan di kota Kolaka, sebenarnya tidak ada dinamika atau konflik berkepanjangan jika dilaksanakan sesuai konstitusi yang dianut oleh PMII, ya sangat jelas hal-hal apa yang tidak ditempuh oleh ketua PKC Erwin Gayus selaku penanggung jawab struktur secara kelembagaan yang bertanggung jawab melaksanakan konkorcab di akhir masa kepengurusan diketahui di dalam PO (Peraturan Organisasi) BAB 1V pasal 7 poin 1, pelaksanaan agenda konkorcab dapat dilaksanakan jika mendapatkan persetujuan dari PB PMII, sementara cara ke ketua umum terpilih Muhammad Abdullah Syukri belum dilantik, jadi proses administrasi dalam hal surat-menyurat belum bisa mengeluarkan surat persetujuan, pada poin 4. Konferensi koordinator cabang dapat dilaksanakan kan jika dihadiri 2/3 PC definitif. Sementara ada beberapa cabang untuk hadir di Konkorcab tersebut, artinya nya diketahui dari 7 cabang definitif yang hadir hanya 3 cabang, jadi tidak memenuhi 2/3 dari jumlah peserta”, ungkapnya.

Baca Juga :  Kronologis Kejadian Kebakaran Rumah Warga di Kolut Hingga Motor Miliknya Ludes
  • Bagikan