Toraja Utara, Timurterkini.com — Pembangunan Jembatan Nek Gandeng yang ada di desa Ne’ Gandeng/sa’dan ulusalu,Lembang Palangi, Kecamatan Balusu hampir rampung.
Paket rekontruksi jembatan tersebut diketahui menelan anggaran sebesar Rp 12,3 miliar, yang dikerjakan oleh CV. Caka anugerah mandiri, dan selaku konsultan pengawas PT Cahaya Nusantara yang di kerjakan selama 177 hari kelender.
Namun berdasarkan informasi jika proyek tersebut telah dilakukan adendum. Dimana adendum adalah dokumen tambahan yang melengkapi atau mengubah kontrak atau dokumen tertulis yang sudah ada, tanpa membatalkan perjanjian pokoknya.
Progres pengerjaan fisik jembatan tersebut hampir mencapai tahap akhir, yang di perkirakan telah mencapai progres pekerjaan sebesar 98 persen, dan akan segera difungsikan dalam waktu dekat.
Pantauan di lokasi menunjukkan, pekerjaan utama konstruksi jembatan hampir rampung, dan saat ini, pelaksana proyek hanya menyisakan tahap penyempurnaan, seperti pengecoran akhir, dan pengecekan, dan kedepannya akan dilaksanakan pengaspalan pada pertengahan januari.
Sementara, Pengawas lapangan CV Caka Mandiri, Iyan, mengakui adanya keterlambatan dalam penyelesaian pekerjaan. Namun, ia menegaskan bahwa pihak kontraktor tetap optimistis proyek dapat diselesaikan sesuai dengan waktu tambahan (adendum) yang telah disepakati.
“Keterlambatan ini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya kondisi cuaca yang kurang mendukung serta tertundanya pekerjaan akibat proses negosiasi pembebasan lahan,” ujar Iyan.
Saat ini, pekerjaan memasuki tahap akhir berupa pengecoran trotoar dan pengecatan jembatan. Setelah proses pengecoran selesai, akan dilakukan masa tunggu umur beton minimal 14 hari sebelum dilanjutkan dengan pengaspalan dan pembangunan talud.
Dengan progres yang hampir rampung, Jembatan Malakiri diharapkan segera dapat difungsikan untuk menunjang konektivitas dan aktivitas masyarakat di wilayah Kecamatan Balusu dan sekitarnya.














