Toraja Utara, Timurterkini.com –– Manajemen Rumah Sakit Elim Rantepao membeberkan kronologis insiden kekerasan yang menimpa petugas kesehatan di Unit Gawat Darurat (UGD) RS Elim, yang terjadi pada Sabtu, 3 Januari 2026, sekitar pukul 03.40 WITA.
Mewakili Direktur RS Elim, Manager Pelayanan Medik dan Keperawatan RS Elim, dr. Yain Panggalo, menjelaskan bahwa kejadian bermula saat pelaku datang ke Unit Gawat Darurat (UGD) bersama temannya yang mengalami luka robek di bagian kepala. Setelah pasien didaftarkan di loket, kemudian pasien diarahkan menuju ruang tindakan untuk penanganan medis.
Lanjutnya, setelah perawat bernama Lambang tengah mempersiapkan peralatan untuk tindakan medis (penjahitan luka), pelaku masuk ke ruang tindakan dan melontarkan ucapan, yakni “Suntik mati saja itu temanku” dengan suara keras.
“Karena suara pelaku dinilai mengganggu pasien lain, perawat Lambang menegur secara baik-baik agar tidak berbicara keras, karena jangan sampai mengganggu pasien lain, yang kebetulan ada dua atau 3 pasien yang kebetulan dirawat disitu juga,” terangnya di lantai 3 ruangan RS Elim, saat laksanakan konfrensi pers, Kamis (8/1/26).
dr. Yain mengungkapkan, bahwa setelah ditegur, pelaku kemudian keluar ruangan lain, dan ternyata pelaku menendang dinding, hingga pelaku menuju parkiran dan kemudian memukul ambulance.
Mendengar terjadi keributan, petugas loket pendaftaran yakni Sandi Palamba’ keluar yang mendengar keributan yang dilakukan oleh pelaku sambil teman pelaku yang lain menenangkan.
“Korban Sandi, kemudian masuk kembali ke ruangan RS, karena dianggap sudah tenang. Namun ternyata pelaku juga kemudian masuk kembali untuk membuat keributan hingga terjadilah kekerasan yang dilakukan oleh pelaku, dimana korban sandi dipukul didada dan disundul,” Ungkapnya.
Menurut dr. Yain, korban sandi kemudian mengambil Handphone menuju ruangannya untuk menghubungi sekuriti. Yang saat bersamaan pula, pelaku mengikuti sandi untuk mengajaknya berkelahi.








