Dua Sekretaris Bupati Kolaka Timur Diperiksa KPK

  • Bagikan
Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nur di Gedung KPK. ©2021 Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Timurterkini.com Dua Sekretaris Pribadi (Sespri) Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nur dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka diperiksa dalam penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan barang/jasa di lingkungan Pemkab Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Tahun Anggaran 2021.

Dua Sespri Bupati Kolaka Timur yang dipanggil yaitu Nikyta Faradilla dan Andi Yustika. Pemeriksaan mereka dilakukan di Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Sultra, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (18/10/2021).

“Hari ini, pemeriksaan saksi tindak pidana korupsi pengadaan barang/jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara Tahun Anggaran 2021,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Baca Juga :  Matinya Perlindungan UU Pers, Jurnalis di Palopo Divonis Penjara Karena Beritakan Kasus Dugaan Korupsi

KPK telah menetapkan Andi Merya bersama Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kolaka Timur Anzarullah (AZR) sebagai tersangka.

Dalam konstruksi perkara, KPK menjelaskan pada Maret-Agustus 2021, Andi Merya dan Anzarullah menyusun proposal dana hibah BNPB berupa dana Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) serta Dana Siap Pakai (DSP).

Kemudian awal September 2021, Andi Merya dan Anzarullah datang ke BNPB Pusat di Jakarta untuk menyampaikan paparan terkait dengan pengajuan dana hibah logistik dan peralatan di mana Pemkab Kolaka Timur memperoleh dana hibah BNPB, yaitu hibah relokasi dan rekonstruksi senilai Rp26,9 miliar dan hibah dana siap pakai senilai Rp12,1 miliar.

Baca Juga :  Gubernur Sulsel Non Aktif Nurdin Abdullah Divonis 5 Tahun Penjara
  • Bagikan