Berita  

Diduga Dana Dacil Kembali Disunnat, Guru Mengeluh

ilustrasi pemotongan dana terpencil.

Mamasa, Timurterkini.comSalah satu guru di sekolah di Kabupaten Mamasa mengaku menerima pemotongan dana daerah terpencil (Dacil) pada triwulan pertama dan kedua tahun ini.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, pada triwulan pertama seluruh penerima mengalami pemotongan yang dilakukan melalui kepala sekolah, dengan alasan dana tersebut akan diserahkan ke Dinas Pendidikan.

Salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya menyebut, pada triwulan kedua juga kembali terjadi pemotongan sekitar Rp. 2 juta per penerima.

“Triwulan pertama semua dipotong lewat kepala sekolah, katanya untuk diserahkan ke dinas. Triwulan kedua juga ada lagi pemotongan sekitar dua juta,” ungkap sumber tersebut, Kamis (7/11/25).

Bahkan, berdasarkan informasi pemotongan dana terpencil sudah sejak lama dilakukan oleh pihak Dinas Pendidikan, namun pihak Aparat Penegak Hukum (APH) belum bisa mengungkap praktik tersebut hingga kemeja hijau.

Di kutip dari pikiran rakyat Sulbar, yang terbit pada (5/5/25) dengan judul “Parah! Dacil Guru-Guru di Mamasa Diduga Dipotong Pihak Dinas Hingga 50 Persen, Tak Bersedia Diputus Haknya”. Dimana menyatakan bahwa Dana Daerah Terpencil (Dacil) yang diperuntukkan bagi guru-guru, utamanya yang berada di daerah terpencil tega dipotong oleh pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar).

Padahal, pemerintah sengaja memberikan program Dacil kepada guru-guru atas pengabdiannya, terutama yang berada di pelosok. Tujuannya, untuk memberikan pelayanan pendidikan secara merata di daerah terpencil.

Tetapi tunjangan tersebut, tidak sepenuhnya dinikmati oleh guru-guru yang benar-benar mengabdi di daerah terpencil. Bagaimana tidak, karena dana yang seharusnya untuk guru daerah terpencil, malah dipotong pihak pengelola di Disdikbud Kabupaten Mamasa, hingga 50 persen melalui Kepala Seksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar (PTK Dikdas) bernama Sarini.