Mamasa, timurterkini.com — Sikapi keluhan masyarakat Desa Pamoseang yang belum tersentuh aliran listrik PLN, Wakil Ketua Komisi 3 DPRD Provinsi Sulbar, Fredy Boy, segera komunikasi dengan pihak Dinas ESDM Sulbar dan Pihak PLN Sulbar.
“Saya barusan sudah komunikasi dengan PLN Sulbar, dan pihaknya rencanakan tahun ini sudah masuk ke Desa Pamoseang namun hanya satu dusun saja,” terang wakil ketua Komisi 3 DPRD Provinsi Sulbar, Fredy Boy melalui via whatsapp, Senin (18/8/25).
Menurut Fredy Boy, dan untuk tiga dusun lainnya yang ada di Desa Pamoseang, kemungkinan akan dilanjutkan pada tahun 2027 yang akan datang.
“Karena itu terkendala di persoalan status hutan lindung yang masuk pada wilayah Desa Pamoseang,” aku Boy, sapaan akrab Fredy Boy.
Ia mengungkapkan, adapun terkait wilayah Desa Pamoseang yang masuk kawasan hutan lindung. Pihaknya akan berkomunikasi dengan Dinas Kehutanan Provinsi Sulbar agar mempercepat ijin pemakaian hutan lindung melalui kebijakan Gubernur Sulbar.
“Apalagi, masalah mengenai listrik juga adalah salah satu misi dari Gubernur Sulbar, bapak Suhardi Duka untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di sulbar terkhusus di kabupaten mamasa,” ungkapnya.
Boy menyebut, bahwa terkait persoalan listrik pada umumnya di Sulbar, dan khususnya di Kabupaten Mamasa akan selalu menjadi perhatian pihaknya selaku anggota Komisi 3 DPRD Sulbar. Utamanya bagi desa yang belum tersentuh oleh jaringan PLN.
Iapun berharap, masyarakat Desa Pamoseang setelah mendapatkan penerangan PLN, agar dapat segera merespon PLN untuk mendaftarkan diri sebagai pelanggan PT PLN.
“Supaya langkah yang dilakukan tidak sia-sia jika jaringan sudah masuk ke Desa Pamoseang. Dan tujuan PLN ke masuk ke dusun tersebut juga tercapai,” harapnya.













