Berita  

Cerita Sumur Tua Wai Tumbur di Mamuju Tengah, Ada Sejak Ratusan Tahun Silam

Cerita Sumur Wai Tumbur di Mamuju Tengah, Ada Sejak Ratusan Tahun Silam
Timurterkini.com / Ancha. Sumur tua wai tumbur di Desa Tumbu.

Cerita Sumur Wai Tumbur di Mamuju Tengah, Ada Sejak Ratusan Tahun Silam

Mateng, Timurterkini.com – Sumur wai tumbur yang terletak di Dusun Wai Tumbur, Desa Tumbu, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), merupakan sejarah di Daerah tersebut.

Sumur ini dikabarkan sudah ada sejak ratusan tahun silam. Bahkan, dikabarkan nama Dusun Wai tumbur diambil dari nama sumur oleh para leluhur terdahulu daerah itu.

Letak sumur ini berada di pesisir pantai Mamuju Tengah, tepatnya di Desa Tumbu sekitar 100 meter dari pemukiman warga menuju pantai.

Dengan menempu jalan kurang lebih 100 meter dari pemukiman warga, sumur itu berada.

Menariknya sumur ini meski terletak di pinggir pantai namun airnya tetap tawar dan tidak asin pula.

Warga setempat mengaku sumur tersebut sering dikunjungi orang orang dari luar daerah.

Salah satu tokoh masyarakat, Abdul Asis.

Konon katanya, air dari sumur itu sebagian mempercayainya buat berobat.

“Kadang orang – orang dari luar datang dan mandi disini, katanya buat obat,” ungkap salah seorang kakek Abdul Asis saat dijumpai wartawan Senin, 19 September 2022.

Kakek kelahiran tahun 40-an itu mengaku belum lahir sumur itu telah ada.

“Saya belum lahir sudah ada memang ini sumur pak, bayangkan mi lahirka tahun 40 an,” bebernya.

Menurut Asis, dusunnya bernama Dusun Wai Tumbur itu, diambil dari nama sumur tersebut.

Konon katanya, mata air dari sumur tersebut seringkali berpindah ketika airnya dikotori warga.

“Ada tiga titik memang mata airnya, jadi kadang mungkin tidak mau dikotori,” ujar pria parubaya itu.

Terpantau pula, cincin dari sumur itu merupakan buatan yamg tidak diketahui lamanya.

Terlihat sangat tua cincin yang menampuung air sumur itu.

Nenek tua itu mengaku, setiap sorenya datang membersihkan sumur tersebut. Bahkan, kadang ia mandi disumur itu disore dan pagi hari.

Dikalah musim kemarau tiba kata Asis, warga setemoat sering menimba air disumur itu.

“Kalau kemarau kami sering ambil air disini, karna tidak ada surutnya,” katanya.

Meski air sumur itu berada di pantai namun airnya tak pernah tawar.

“Kalau lagi pasang air tidak kelihatan ini sumur pak, tapi tetap kentara sekitar sumur ini, karena tidak tawar,” urainya.

Laporan Reporter Timurterkini.com / Ancha