Cerita Mahasiswa UNM KKN di Bambang Mamasa : Suhunya Dingin Masyarakatnya Ramah

  • Bagikan
Cerita Mahasiswa UNM KKN di Kecamatan Bambang Mamasa : Suhunya Dingin, Masyarakatnya Ramah
Asdar / Timurterkini.com. Sejumlah mahasiswa / mahasiswi Universitas Negeri Makassar KKN di Desa Bambang Timur.

Mamasa, Timurterkini.com – KKN di Mamasa asyik, itulah kalimat terucap di bibir Ahmad Arfah Bustami selaku Koordinator Sekolah (Korsek).

Ahmad Arfah Bustami, merupakan mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK).

Ahmad Arfah, menempuh kuliah di salah satu Universitas ternama yang ada di Kota Makassar, yaitu Universitas Negeri Makassar (UNM).

Kemudian Ahmad bersama 5 orang rekannya KKN di Desa Bambang Timur, Kecamatan Bambang, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat. Menceritakan Kesannya.

Menurutnya, KKN di Desa Bambang Timur tentu menjadi kebanggaan bagi dirinya bersama 5 orang temannya.

Baca Juga :  Pendaftar Hanya 1, Pilkades Indobanua Mamasa Ditunda

Tidak tanpa alasan, Mahasiswa Semester 7 ini merasa senang dapat berada di Desa yang masyarakatnya ramah.

Meski tempatnya KKN terbilang plosok dan memiliki jalan jauh dari kata layak, pancaran kebahagiaan begitu terlihat diraut wajahnya.

“Saya bersama 5 orang teman saya, sangat senang bisa KKN di Desa ini, masyarakatnya baik, ramah, meski jalannya kurang bagus,” beber Ahmad.

KKN di Desa terbilang plosok, sedikit menuai hambatan, hambatan kata dia, saat dirinya bersama 5 orang temannya hendak berbelanja.

“Hambatannya ya saat kita mau belanja, karena sedikit jauh dari pusat perbelanjaan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Tiga Unit Rumah di Mamasa Nyaris Terbawa Longsor Akibat Hujan Deras

Namun demikian, Ahmad Arfah Bustami sedikit lega, karena ditempatnya KKN terdapat jaringan seluler.

“Untungnya ada jaringan, kalau kita ke Desa bagian atas lagi, kayaknya tidak ada jaringan,” tuturnya.

Ditambahkannya, pertama kali dirinya masuk KKN di Desa Bambang Timur pada 01 November 2021 lalu.

Saat itu dirinya kedinginan dengan kondisi alam di Kabupaten Mamasa ini.

“Waktu malam pertama nginap di sini, susah tidur, karena di sini dingin sekali, tapi sekarang ya suda terbiasa,” tukasnya.

  • Bagikan