Ancam Pemukiman Penduduk Pasca Fenomena Tanah Bergerak di Tawalian Mamasa

Ancam Pemukiman Penduduk Pasca Fenomena Tanah Bergerak di Tawalian Mamasa
Gambar: Tanah bergerak di Tawalian.

Ancam Pemukiman Penduduk Pasca Fenomena Tanah Bergerak di Tawalian Mamasa

Mamasa, Timurterkini.com – Sudah lebih dari sepekan halaman rumah jabatan Wakil Bupati Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, mengalami keretakan.

Beberapa hari terakhir, retakan itu kian parah hingga amblas.

Dampak kerusakan itu menyebabkan beton ruas Jalan Pallu-Limbong Lopi, di Kelurahan Tawalian, Kecamatan Tawalian, juga ikut rusak.

Beton jalan tepat di bawah rumah jabatan (Rujab) tersebut mulai menganga dan terangkat.

Warga yang bermukim di sekitar lokasi itu, khawatir akan berdampak buruk jika tidak segera ditangani.

Hanna, salah seorang warga yang rumahnya tepat berada di bawah rumah jabatan, mengaku khawatir halaman Rujab longsor.

Jika longsor, rumahnya yang berada di sisi jalan, juga terancam terbawa longsor.

“Kita khawatir ada longsor besar kalau tidak segera ditangani. Minggu lalu jalanan ini retak sedikit, pas hujan deras kemarin, retakannya sakin besar,” ungkap Hanna, Minggu (13/11/2022).

Saat ini saja lanjut dia, sudah ada sekitar tujuh rumah yang mulai alami keretakan.

“Ada dua yang cukup parah, satunya sudah tidak ditinggali. Pemiliknya sudah mengungsi,” ucapnya.

Agar tidak berdampak buruk bagi warga, Hanna berharap agar pihak pemerintah segera turun tangan memperbaikinya.

Selar itu, Ririn yang juga rumahnya terdampak mengaku khawatir jika jalan beton di bawah rumahnya jabatan itu tidak diperbaiki.

Kata dia, jika tidak segera ditangani maka dikhawatirkan akan berakibat buruk bagi pemukiman warga.

“Kalau hujan, air hujan turun ke dalam retakan beton. Jika tidak secepatnya ditangani, maka akan semakin parah,” ucap Ririn.

Karenanya, Ririn meminta agar pemerintah segera turun tangan terhadap peristiwa itu.

“Kami minta pihak terkait agar segera bertindak, jangan dibiarkan saja begini,” pintanya.