Jakarta, Timurterkini.com — Aliansi Mamasa Mamase Terdidik (Almamater) kembali akan gelar aksi di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada Rabu, (23/7/25) yang akan datang.
Aksi tersebut adalah tindak lanjut dari aksi yang akan dilaksanakan pada, Jumat (11/7/25) lalu di depan gedung kejaksaan agung Republik Indonesia. Aksi ini kembali dilakukan lantaran Almamater merasa kecewa terhadap respon Kejagung yang belum menindaklanjuti tuntutan mereka beberapa waktu lalu.
Juru bicara Almamater, Muhlis mengaku, bahwa hingga hari ini, Kejaksaan Agung belum menunjukkan langkah konkret dalam menindaklanjuti dugaan korupsi pembangunan fiktif di Dinas Pendidikan Mamasa tahun 2020 senilai Rp 2 miliar.
“Kami sudah bersabar, tetapi keadilan tidak bisa terus dikubur dengan birokrasi,” tegasnya.
Iapun mengaku, bahwa aksi mereka kedepan, tidak hanya membawa tuntutan lama, tetapi juga akan menambahkan beberapa tuntutan.
Adapun, tuntutannya adalah meminta Sekda Mamasa di adili, Periksa dan Evaluasi Kejati Sulbar, Bongkar semua kasus Korupsi yang mengendap di Mamasa, dan bersihkan institusi hukum dari oknum yang jadi pelindung koruptor.
Ia menyebutkan, bahwa pihaknya akan melaksanakan aksi di depan kantor KPK sebagai simbol peralihan harapan rakyat menuju lembaga yang dipercaya bersih.
“Rabu nanti, kami akan datang dengan jumlah massa yang lebih besar. Ini bukan lagi hanya soal Mamasa. Ini tentang bagaimana hukum dibajak oleh kekuasaan. Rakyat sudah marah, dan kami adalah suaranya,” sebut Muhlis.
Ia menambahkan, jika aparat penegak hukum belum merealisasikan tuntutan mereka, pihaknya akan terus melakukan aksi di beberapa daerah.













