Berita  

Aksi Unjuk Rasa di Mamasa Sempat Memanas Saat Massa Tak Bisa Temui KPK

Aksi saling dorong didepan kantor Bupati Mamasa oleh aksi unjuk rasa dan aparat kepolisian, Selasa (19/8/2023)

Mamasa, Timurterkini.com — Aliansi Mahasiswi dan para guru lakukan aksi unjuk rasa didepan kantor Bupati Mamasa.

Aksi unjuk rasa yang dilakukan diberi nama Poros Rakyat Mamasa dan Forum Guru, bertujuan untuk melakukan audens bersama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang hadir di Mamasa.

Aksi unjuk rasa dilakukan sejak pagi hari di halaman Kantor Bupati Mamasa, yang meminta untuk dipertemukan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang berada di dalam Kantor Bupati Mamasa.

Sebelum massa aksi tiba di Kantor Bupati Mamasa, pagar sudah dikunci dan dijaga ketat oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) bagian dalam, dan pada bagian luar dijaga ketat oleh personil Polres Mamasa

Namun, dalam aksi unjuk rasa sempat memanas lantaran massa memaksa masuk ke halaman kantor Bupati Mamasa, hingga aksi dorong mendorong antara aparat kepolisian dan Mahasiswa terjadi. Bahkan, satu orang massa aksi mengalami luka disamping hidung, yang penyebabnya belum diketahui pasti.

Jendral lapangan, Rihardes Langi Memanna menyampaikan, pihaknya meminta audens dengan pihak KPK lantaran ingin menyampaikan agar KPK harus mengaudit aliran dana yang di Kabupaten Mamasa.

“Karena kami merasa jika gaji sertifikasi guru belum dibayarkan tentunya pertanggung jawaban paling lambat 31 Agustus,” ujarnya

Lanjutanya,  dan jika ada pertanggung jawaban tentunya itu pertanggung jawaban fiktif. Selain itu, pihaknya juga ingin menyampaikan mengenai dana klaim BPJS Kesehatan yang telah dibayarkan BPJS Kesehatan ke Kasda.

“Tapi sampai sekarang belum disampaikan ke Rumah Sakit ataupun Puskesmas,” ungkapnya.